Setelah puas melakukan penistaan itu, tambah Dahasyamah, mereka berusaha menyembunyikan sobekan-sobekan kitab suci Al-Qur’an yang kemudian berhasil digagalkan para tahanan Palestina. Karena itu, kasus penistaan Al-Qur’an itu dapat terungkap ke media.
Selain itu, Dahsyamah juga menyiratkan bahwa “Apa yang terjadi di penjara Israel dan di penjara-penjara AS menunjukkan betapa Israel dan AS sangat membenci Muslimin, agama Islam dan simbol-simbolnya, yang secara telanjang menyingkapkan kebohongan demokrasi dan kebebasan yang dikoar-korkan oleh AS dan anak emasnya, Israel.”
Sementara itu anggota Kenesset lainnya dari Arab Ahmad Tibi mengomentari kasus itu dengan nada keras. “Ini sangat vulgar, prilaku yang kampungan yang sejatinya tak boleh terjadi,” kesal Tibi seperti dilansir Aljazeera.
Tibi juga mengaku bahwa dirinya telah memanggil Menteri Keamanan Publik Israel Gideon Ezra untuk mengusut kasus itu.
Sementara itu bantahan datang dari juru bicara Otoritas Penjara Israel Ofer Lefler yang menjelaskan bahwa tak ada kasus penistaan Al-Qur’an di penjara Israel. Yang terjadi adalah, terang Lefler, ketika itu 260 tentara masuk ke penjara untuk merazia senjata api di dalam sel, di dalam sel mereka memeriksa mushaf Al-Qur’an yang sudah usang dan 3 lembar di antaranya jatuh ke lantai.(lys/iol/aljzr/eramuslim)